Atha Berjuang Hadapi Bermacam Penyakit yang Diidapnya
Sejak pertama kali membuka mata ke dunia, Athafariz Radefa Ramadhan, bocah berusia 7 tahun asal Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, sudah harus berjuang melawan berbagai penyakit langka dan berat.
Athafariz didiagnosis menderita Arskoff Syndrome, kelainan genetik langka yang memengaruhi banyak aspek pertumbuhan dan fungsi tubuhnya. Akibat sindrom ini, Athafariz juga mengalami tuli berat, kelainan jantung bawaan, dan Global Developmental Delay (GDD) — keterlambatan perkembangan yang membuatnya belum bisa berjalan, berbicara, dan beraktivitas seperti anak-anak seusianya.

(Athafariz saat dirawat)
Selain itu, dokter juga menemukan beberapa kondisi lain yang memperberat perjuangannya: coloboma (kelainan pada struktur mata), hipotiroid kongenital yang menyebabkan hormon tiroidnya rendah, serta agenesis punctum superior dan inferior pada kedua mata, di mana saluran air matanya tidak terbentuk sempurna sehingga matanya sering berair dan mudah infeksi. Ia juga lahir dengan kondisi mikropenis, yang memerlukan pemantauan medis khusus dalam jangka panjang.
Meski masih kecil, Athafariz telah menjalani berbagai tindakan medis: operasi mata, orkidopeksi, dan fisioterapi rutin untuk membantu perkembangan gerak tubuhnya. Namun perjuangan belum selesai — pengobatan, kontrol rutin, dan tindakan operasi lanjutan masih terus dijadwalkan agar kondisinya bisa membaik sedikit demi sedikit.

(Atha jalani terapi ringan)
Kedua orang tuanya, Slamet Rahayu (48 tahun) dan Otiyah (43 tahun), dengan sabar dan penuh kasih terus mendampingi perjuangan anak mereka. Sang ayah bekerja sebagai ojek online, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga yang sepenuhnya mencurahkan waktu untuk merawat Athafariz dan kedua saudaranya. Penghasilan keluarga yang terbatas sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, sehingga mereka harus meminjam uang atau mencicil demi memastikan Athafariz tetap mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Di balik tubuh kecilnya yang rapuh, Athafariz menyimpan kekuatan besar. Ia belum bisa berbicara atau berjalan, namun tatapan matanya menyiratkan semangat hidup yang luar biasa — seolah ia tahu bahwa orang tuanya berjuang setiap hari agar ia tetap bisa bertahan dan tumbuh dengan penuh kasih.
Kini, keluarga kecil ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya pengobatan, kontrol medis, tindakan operasi, dan kebutuhan khusus seperti susu penunjang gizi yang penting bagi kondisi Athafariz.
Badan Wakaf Al-Qur’an melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) mengajak kita semua untuk bersedekah bagi kesembuhan Athafariz. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]
Nilai Donasi yang DIbutuhkan:
Rp32.357.000
Partner Lapang:
Suryana
#BWA #InovasiWakaf #SKes #SedekahKesehatan