Bantu Enok Operasi Sumbing agar dapat Berbicara dengan Normal
Kelahiran sang buah hati begitu amat dinantikan Yerdawati (24 tahun, Istri) dan Toni (26 tahun, suami). tepat pada 28 Februari 2019 bayi pertama mereka dilahirkan, perasaan bahagia bercampur sedih dirasa sepasang suami-istri ini. Meraka bahagia karena bayi yang mereka nantikan lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan, hanya saja kesedihan timbul ketika mereka mendapati putri mereka mengalami kelainan sumbing pada bibirnya. Enok Savira, nama yang mereka berikan pada putri lucu itu.
Bukanlah suatu hal yang mudah bagi Enok untuk menjalani hari-harinya. Sang ibu menuturkan kelainan yang ada bibir putrinya cukup menyulitkan ketika memberi ASI pada putri mereka, dimana Enok sering tersendak ketika menyusui dan kesulitan ketika makan. Meski begitu kedua orang tua Enok berusaha sebaik mungkin untuk memberi yang terbaik bagi sang buah hati.

(Enok yang mengalami sumbing)
Kini, Enok telah memasuki usia empat tahun. Jika dilihat dari kondisi fisik, Enok terlihat baik-baik saja, sama seperti anak-anak seusianya saja yang lain. Hanya saja Enok kesulitan untuk bisa berbicara dengar normal, karena mengalami bibir sumbing. Kedua orang tua Enok menginginkan untuk membawa putri mereka mejalani operasi agar kondisi bibirnya kembali normal.
Kedua orang tua Enok masih kesulitan untuk membawa putrinya menjalani operasi bibir sumbing, ketiadaan biaya menjadi faktor utama bagi mereka selain jauhya jarak ke rumah sakit yang ada di pusat kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Kedua orang tua Enok masih tinggal menumpang dengan orang tua di Kampung Cibeber, Desa Tanjungsari Indah, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten.
Rumah yang ditempati Enok dan keluarga terbilang sangat sederhana, dimana berupa bangunan panggung dengan kayu sebagai kerangka rumah dan bilik bambu sebagai menjadi dindingnya. Ayah Enok tidak memiliki pekerjaan tetap, ia bekerja sebagai tenaga buruh harian lepas di kebun warga/tetangga.penghasilan yang didapat belum bisa untuk disisihkan untuk membawa putrinya menjalani operasi, untuk kebutuhan sehari-hari saja terkadang kurang.

(Kondisi kediaman Enok dan keluarga)
Besar harapan kedua orang tua Enok agar putri meraka segera menjalni operasi sumbing. Hanya saja mereka terbentur biaya yang tentu tidak sedikit untuk mewujudkan harapan tersebut.
BWA melalui program Sedekah Kemanusiaan membuka kesempatan kepada sahabat sekalian untuk turut serta dalam aksi kebaikan mencari bantuan finansial agara Enok dapat segera operasi sumbing. Berapapun jumlah sedekah maupun donasi sahabat, akan sangat membantu kedua orang tua Enok dalam mencukupi biaya operasi sumbing.
Nilai Sedekah yang Dibutuhkan:
Rp.17.500.000
Partner Lapang:
Iwan
#BWA #InovasiWakaf #SK #SedekahKemanusiaan #OperasiSumbing