
Sedekah Kemanusiaan untuk Aksi Penanggulangan Bencana
Fenomena bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan yang dilakukan manusia sering sekali terjadi di negeri ini, bahkan terjadi di setiap tahunnya. Masih membekas dalam ingatan bencana gempa bumi di Lombok (Juli 2018), lalu gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala (September 2018), tak berselang lama kembali terjadi bencana tsunami di Selat Sunda (Desember 2018).
Memasuki tahun 2019 bencana kembali datang silih berganti, seperti bencana banjir di Sulawesi Selatan (Januari 2019), longsor di Sulawesi Utara (Februari 2019), gempa bumi di Lombok (Maret 2019) banjir di Sentani sehari sebelumnya. Adapun pada April 2019 terjadi banjir di Bengkulu, sebulan selanjutnya terjadi banjir di Jombang (Mei 2019), selain itu terjadi banjir di Konawe (Juni 2019), disusul gempa di Halmahera Selatan (Juli 2019), Belum lagi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan pada Agustus 2019.
(Daerah Terdampak Bencana di Kalsel)
Sementara itu pada September 2019 kembali terjadi bencana gempa di Maluku, selanjutnya puting beliung di Bandung (Oktober 2019), putting beliung di Bojonegoro (November 2019), dan terkahir banjir, dan longsor di Solok Selatan (Desember 2019).
Di awal tahun 2020 bencana banjir melanda Ibu Kota Jakarta, beberapa hari kemudian disusul bencana banjir bandang dan longsor di Lebak dan Bogor, masih di bulan yang sama terjadi juga banjir bandang di Bondowoso. Memasuki bulan Maret 2020 corona ditetapkan sebagai bencana skala nasional yang hingga kini belum juga teratasi. Ditengah wabah corona bencana banjir bandang kembali menimpa negeri, tepatnya di Luwu Utara (Juli 2020) dan diawal Desember 2020 gunung Semeru menunjukan aktivitas letusannya.
Duka kembali menyelimuti negeri di awal tahun 2021 yang baru menginjak hitungan minggu bencana tanah longsor di Sumedang, tak lama berselang terjadi peristiwa pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 di laut Jawa, kepulauan Seribu. Belum tuntas pencarian korban pesawat jatuh dan longsor di Sumedang, negeri ini kembali diuji dengan bencana banjir. Dilaporkan bencana tersebut menerjang daerah Kalimantan Selatan. Di waktu yang tak berselang lama, Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat digoyang rentetan gempa. Gempa pertama terjadi pada Kamis, 15 Januari 2021 dengan keluatan magnitudo 5,9 sr.
.jpeg)
(Sinergitas dengan Berbagai Pihak dalam Penanggulangan Bencana)
Tak dapat dipungkiri, bencana yang sering terjadi berdampak pada timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Dan ketika bencana terjadi, kegiatan tanggap darurat bencana merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Kegiatan ini untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.
(Bantuan Kebencanaan BWA)
Tujuan utama penanggulangan bencana adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana dan menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.
Melihat dari banyaknya fakta yang terjadi BWA tergerak untuk turut serta membantu dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menangani masalah yang timbul akibat dari bencana yang terjadi. Selain berperan dalam kegiatan recovery baik bangunan fisik ataupun mental penyintas yang Alhamdulillah telah BWA lakukan di beberapa titik lokasi yang terjadi bencana. Kedepannya BWA ingin melibatkan diri dalam kegiatan tanggap darurat kebencanaan dan menyalurkan bantuan dan BWA kembali mengajak kepada para donatur untuk berkontribusi dalam niat baik ini melalui program Sedekah Kemanusiaan Kebencanaan.
Semoga niat baik dan tindakan kita terhadap penyintas yang terdampak bencana dihitung sebagai pahala oleh Allah SWT, dan apa yang kita lakukan mendapat kemudahan agar penyintas dapat berkurang beban hidupnya setelah mereka mendapati ujian dari Allah berupa musibah/bencana.
Sedekah yang Dibutuhkan:
Rp. 15.000.000.000 (Lima Belas Milyar Rupiah)
Partner Lapang:
Novi Wahyudi
#BWA #SedekahKemanusian #Bantuan #Kebencanaan
Update #60: BWA Lanjutkan Aksi Kemanusiaan, Targetkan 240.000 Liter Air Bersih untuk Warga Lebak
Memasuki awal Oktober, semangat kebaikan tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) terus mengalir untuk menyalurkan amanah dari orang-orang baik yang telah berdonasi dan menyisihkan sebagian rezekinya. Kali ini, BWA kembali melanjutkan aksi kemanusiaan melalui program bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kemarau panjang yang melanda wilayah ini menyebabkan sejumlah masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menjawab kebutuhan tersebut, BWA menargetkan pendistribusian sebanyak 40 kali pengiriman air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 6.000 liter per pengiriman. Dengan demikian, total air bersih yang ditargetkan untuk disalurkan mencapai 240.000 liter.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, BWA bekerja sama dengan relawan lokal dari Relawan Lebak Peduli serta mendapat dukungan armada dari Pemerintah Provinsi Banten. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan distribusi agar bantuan air bersih bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Pada hari pertama, tim menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Cipanas. Wilayah yang didominasi perbukitan dengan kontur cukup tinggi ini menghadapi persoalan ketersediaan air bersih. Sumur-sumur warga mulai mengering, sementara pasokan air dari jaringan PDAM juga mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

(Warga Lebak yang mengalami ksisis air bersih)
Pada hari berikutnya, tim bergerak menuju wilayah selatan Kabupaten Lebak, tepatnya ke Kecamatan Banjarsari dan kawasan pesisir Kecamatan Wanasalam. Kondisi yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut tidak jauh berbeda. Kekeringan membuat akses terhadap air bersih semakin terbatas, sehingga bantuan air menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi warga.

(Penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Lebak)
Alhamdulillah, kehadiran bantuan air bersih disambut dengan sukacita oleh masyarakat penerima manfaat. Air yang didistribusikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk beberapa hari ke depan, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan kebersihan sehari-hari.
Namun, ikhtiar ini belum berhenti. Tim BWA akan terus melanjutkan pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Lebak yang juga mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Melalui program ini, BWA berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan bantuan dari para donatur tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Terima kasih kepada seluruh orang baik yang telah mengambil bagian dalam ikhtiar kemanusiaan ini. Semoga setiap liter air yang disalurkan menjadi manfaat dan bernilai amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
Update #59: Di Tengah Kemarau Panjang, BWA Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Garut
Masih di pertengahan Agustus, setelah menyelesaikan pendistribusian bantuan air bersih di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) tidak langsung kembali ke rumah. Perjalanan kemanusiaan berlanjut menuju Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
Setibanya di Garut, tim segera menuju Desa Cintanegara, Kecamatan Cigedug, sebuah wilayah di kaki Gunung Cikuray yang berada di dataran cukup tinggi. Di wilayah ini, kemarau panjang telah menyebabkan masyarakat semakin kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sumber mata air pegunungan yang selama ini menjadi tumpuan warga menyusut drastis. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, sumber air yang sama juga digunakan untuk mengairi lahan pertanian. Sementara itu, sumur-sumur galian di perkampungan warga mulai mengering hingga tidak lagi bisa ditimba. Jaringan pipa PDAM pun belum mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

(Masyarakat Garut yang mengalami krisis air bersih)
Bagi sebagian warga yang memiliki kemampuan ekonomi, membeli air secara mandiri mungkin masih menjadi pilihan. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, mendapatkan air bersih menjadi tantangan tersendiri. Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih dari BWA hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Alhamdulillah, air bersih yang dibawa menggunakan truk tangki disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga penerima manfaat. Bantuan ini tidak hanya disalurkan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga diberikan kepada salah satu pondok pesantren di wilayah tersebut agar kebutuhan air bersih para santri dapat terbantu.
Penyaluran bantuan ini akan dilanjutkan dengan total 25 kali pengiriman air bersih, menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk setiap pengiriman. Dengan demikian, total air bersih yang direncanakan untuk disalurkan mencapai 125.000 liter. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke sembilan kampung di Desa Cintanegara, yaitu Kampung Sukaresmi 1, Sukaresmi 2, Samayuda, Siderang Pasir, Situkiruh, Cibelendung, Panyingkiran, Jolok Tonggoh, dan Pamalayan.

(Warga antusias menerima bantuan air bersih dari BWA)
Dalam pelaksanaannya, tim BWA turut dibantu oleh relawan lokal yang memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Berkat kerja sama tersebut, proses pendistribusian dapat berjalan dengan lancar dan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
Alhamdulillah, setiap tangki air yang tiba membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan air bersih. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penunjang penting bagi kehidupan sehari-hari.
Melalui program bantuan air bersih ini, BWA berikhtiar untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi amal kebaikan bagi para donatur dan membawa manfaat bagi warga Desa Cintanegara beserta seluruh penerima manfaatnya.
Update #58: Menjangkau Warga Terdampak Kekeringan, BWA Distribusikan Air Bersih di Pemalang
Pada pertengahan Agustus, tim BWA memulai aksi kemanusiaan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis air di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bantuan menyasar masyarakat di Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Dalam kondisi normal, kebutuhan air sehari-hari masyarakat masih dapat dipenuhi melalui jaringan PDAM yang tersedia di rumah-rumah mereka. Namun, kemarau yang berkepanjangan membuat pasokan air semakin terbatas. Air dari PDAM tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan pada waktu tertentu tidak mengalir sama sekali.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan. Meskipun berada di kawasan dengan kondisi alam yang relatif hijau, akses terhadap air bersih tetap tidak mudah. Pembuatan sumur galian maupun sumur bor membutuhkan pengeboran yang cukup dalam dan biaya yang tidak sedikit, sehingga masyarakat lebih banyak mengandalkan pasokan air dari PDAM.
Melihat kondisi tersebut, BWA hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui distribusi air bersih. Dalam pelaksanaannya, BWA berkolaborasi dengan komunitas relawan lokal, yaitu SHABAWANA dan DARMA WANA, untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

(Masyarakat Pemalang Selatan yang menanti bantuan air bersih)
Di Kecamatan Belik, BWA melakukan 20 kali droping air bersih, dengan volume 6.600 liter pada setiap pengiriman. Sementara itu, di Kecamatan Pulosari juga dilakukan 20 kali droping, dengan volume 4.000 liter pada setiap pengiriman.
“Kondisi seperti ini, sudah lima sampai enam bulan musim kemarau, dan warga disini sangat kekurangan air bersih,” ujar Sucipto, salah satu warga di kecamatan Belik.
“Kami ucapkan terimakasih kepada BWA dan donatur yang telah membantu kami dengan air bersih, air bersih ini sangat membantu dusun kami,” sambung Sucipto.

(Masyarakat antusias menerima bantuan air bersih dari BWA)
Dengan demikian, total bantuan air bersih yang didistribusikan BWA di Kabupaten Pemalang mencapai 212.000 liter, terdiri dari 132.000 liter untuk Kecamatan Belik dan 80.000 liter untuk Kecamatan Pulosari.
Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan tersebut sangat berarti. Air yang disalurkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk kebutuhan ibadah, seperti berwudhu. Di tengah terbatasnya akses air bersih, setiap tetes air yang hadir menjadi bantuan yang sangat dinantikan oleh masyarakat.
Melalui aksi ini, BWA bersama para relawan berupaya meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi krisis air bersih. Semoga bantuan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga dan menjadi ikhtiar bersama untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Update #57: Senyum Santri Kembali Menguat di Tengah Ujian Pergerakan Tanah
Alhamdulillah, atas izin Allah SWT dan dukungan dari para sahabat dermawan yang berdonasi melalui BWA, bantuan kemanusiaan telah disalurkan kepada Pondok Pesantren Salafiyah yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Angsana, Desa Sinar Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.
Bencana pergerakan tanah yang melanda wilayah tersebut menyebabkan beberapa bangunan di lingkungan pondok pesantren mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi para santri yang tetap berupaya melanjutkan aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur'an di tengah keterbatasan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri dan pengelola pesantren, disalurkan bantuan berupa paket pangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, serta mukena dan sarung sebagai perlengkapan ibadah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pesantren sekaligus memberikan semangat baru bagi para santri agar tetap istiqamah menuntut ilmu.
Suasana haru dan bahagia begitu terasa saat bantuan diterima. Senyum tulus para santri menjadi bukti bahwa kepedulian dari para sahabat telah menghadirkan harapan di tengah musibah yang mereka alami.

Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh sahabat yang telah menitipkan amanah melalui program ini. Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, memberikan keberkahan bagi para donatur, serta menguatkan langkah para santri dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan.
Update #56: Hunian Baru, Harapan Baru untuk Penyintas Semeru
Di awal bulan Muharram 1448 H, tim Badan Wakaf Al Qur'an (BWA) kembali mengunjungi Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi momen yang penuh syukur sekaligus melanjutkan ikhtiar kemanusiaan yang telah dimulai beberapa bulan sebelumnya.
Pada bulan Ramadhan lalu, tim BWA hadir untuk menyalurkan paket Sedekah Ramadhan dan hidangan iftar bagi masyarakat penyintas erupsi Gunung Semeru. Kini, di awal tahun baru Hijriah, kami kembali membawa amanah yang telah lama dinantikan, yaitu menyerahkan 6 unit Hunian Tetap (HUNTAP) kepada enam keluarga penyintas bencana.

Hunian yang diserahterimakan merupakan bangunan permanen, bukan tempat tinggal sementara. Kami menyebutnya Hunian Tetap karena rumah-rumah ini dibangun untuk menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan dapat dihuni dalam jangka panjang. Harapannya, rumah ini tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi awal bagi kehidupan yang lebih tenang dan bermartabat bagi para penerima manfaat.
Terwujudnya enam unit hunian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Semangat gotong royong masyarakat setempat, ditambah ketersediaan material alam seperti batu dan pasir di sekitar lokasi, membuat dana amanah dari para donatur dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan anggaran yang ada, rumah-rumah permanen yang kokoh berhasil dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang.

Keenam rumah tersebut dibangun di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona aman dari ancaman erupsi Gunung Semeru. Dengan demikian, para penerima manfaat tidak lagi dihantui rasa cemas dan ketakutan seperti yang mereka alami saat bencana melanda. Meski harus meninggalkan rumah lama yang berada di wilayah terdampak, mereka tetap dapat tinggal di atas tanah milik keluarga atau kerabat, sehingga proses relokasi berlangsung dengan lebih baik tanpa harus kehilangan kedekatan dengan lingkungan sosialnya.
Kebahagiaan terpancar dari wajah para penerima manfaat saat menerima kunci rumah mereka. Selama ini, sebagian besar dari mereka terpaksa tinggal menumpang di rumah sanak saudara karena kehilangan tempat tinggal akibat erupsi. Kini, mereka kembali memiliki rumah sendiri—tempat untuk memulai lembaran baru bersama keluarga, membangun harapan, serta menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.
Semoga setiap rumah yang berdiri menjadi saksi kebaikan para donatur yang telah mengamanahkan hartanya melalui Badan Wakaf Al Qur'an (BWA). Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat, melimpahkan keberkahan kepada para donatur, serta menjadikan rumah-rumah ini sebagai tempat yang dipenuhi ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan bagi para penghuninya.
Update #55: BWA Bantu Penyintas Padasari dengan 250 Paket Pangan dan Kegiatan Psikososial
Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Pergerakan tanah menyebabkan rumah-rumah warga mengalami retak hingga rusak berat, akses jalan desa mengalami kerusakan dan ambles, serta sejumlah fasilitas umum terdampak.
Salah satu dampak paling memilukan dirasakan pada sektor pendidikan. Sekolah dasar yang selama ini menjadi tempat belajar anak-anak desa, SDN Padasari 1, tak lagi dapat ditempati karena mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah. Bangunan sekolah terdampak serius dan dinilai tidak aman untuk kegiatan belajar mengajar.

Akibat kondisi tersebut, 223 siswa yang sebelumnya belajar di sekolah tersebut kini harus menjalani kegiatan belajar di sekolah-sekolah sementara, dengan segala keterbatasan sarana dan fasilitas. Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, anak-anak tetap berupaya melanjutkan pendidikan mereka, meski harus beradaptasi dengan ruang belajar darurat dan kondisi yang jauh dari ideal.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas, pada April 2026 dilaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban warga terdampak. Sebanyak 250 paket bahan pangan disalurkan kepada keluarga penyintas sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
Tak hanya menghadirkan bantuan pangan, perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang turut merasakan dampak bencana. Melalui kegiatan psikososial bersama siswa SDN Padasari 1, anak-anak diajak bermain, belajar, dan mengikuti berbagai aktivitas yang menghadirkan kembali semangat serta keceriaan mereka.
Di tengah kehilangan ruang belajar mereka, canda tawa anak-anak kembali terdengar. Kegiatan psikososial ini menjadi ruang pemulihan trauma, penguatan mental, sekaligus penyemangat agar mereka tetap memiliki harapan untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
InsyaAllah etiap bantuan yang dititipkan menjadi amal jariyah, menguatkan para penyintas yang sedang bangkit dari ujian. Ulurkan kepedulian melalui sedekah terbaik, bantu hadirkan pangan untuk keluarga terdampak dan dukungan bagi anak-anak yang tetap berjuang menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Semoga setiap kebaikan yang kita tunaikan menjadi wasilah keberkahan, mengundang rahmat Allah, dan menjadi pemberat amal di yaumul hisab. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Update #54: Distribusi Bantuan Menembus Medan Berat, BWA dan Namirah Logistik Jangkau Korban Banjir Bandang Sumatera Utara
Tim Program Badan Wakaf Alquran (BWA) bersama Namirah Logistik menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Sumatera Utara pada 15 Desember 2025. Penyaluran bantuan ini menyasar sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan, yang hingga kini masih menghadapi dampak serius akibat bencana.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari 1,5 ton beras, 300 liter minyak goreng, 300 kilogram gula pasir, serta sejumlah biskuit dan roti siap makan. Logistik bantuan tersebut diberangkatkan dari Kota Medan dan menempuh perjalanan darat selama kurang lebih tujuh jam menuju Padangsidempuan sebelum didistribusikan ke desa-desa sasaran.

Adapun wilayah penerima bantuan meliputi Desa Sibara-bara dan Desa Bandar Tarutung di Kecamatan Angkola Sangkunur, serta Desa Siuhom di Kecamatan Angkola Barat. Desa-desa tersebut merupakan kawasan yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang dan membutuhkan dukungan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Proses distribusi bantuan tidak berjalan mudah. Tim harus melalui medan yang cukup berat, dengan akses jalan yang sebagian besar masih berupa tanah, menanjak, dan berlumpur. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra serta koordinasi yang baik agar bantuan dapat tiba dengan aman dan tepat waktu di lokasi terdampak.

Penyaluran bantuan ini merupakan aksi awal yang akan terus ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan tahap berikutnya, baik dengan jumlah yang lebih besar maupun dengan jenis bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil warga terdampak. Kami juga membuka peluang perluasan wilayah bantuan, dengan harapan aksi-aksi selanjutnya dapat menjangkau daerah terdampak lain, termasuk Aceh.

Seiring dengan itu, kami mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan lanjutan. Dukungan dapat diberikan melalui donasi dana, kontribusi logistik, maupun penitipan bantuan yang akan disalurkan pada tahap-tahap berikutnya. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
Masyarakat yang ingin turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini dapat menyalurkan dukungan melalui kanal resmi Badan Wakaf Alquran atau berkoordinasi langsung dengan tim BWA. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kami berharap bantuan dapat terus bergerak, menjangkau lebih banyak wilayah, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Update #53: Aksi Tanggap Bencana BWA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Palembayan, Agam, Sumatera Barat
Badan Wakaf Alquran (BWA) memulai aksi tanggap bencana bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penyaluran bantuan tahap awal ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025, dengan total sebanyak 80 paket bantuan sembako.

Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok masyarakat, meliputi beras, minyak goreng, mi instan, teh celup, gula pasir, biskuit, sarden kaleng, dan telur. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga di masa darurat, sekaligus menjadi respons cepat atas kondisi yang dihadapi masyarakat pascabanjir.

Penyaluran 80 paket bantuan ini merupakan aksi awal dalam rangkaian respons kemanusiaan di Sumatera Barat. Ke depan, aksi ini akan ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan tahap berikutnya dengan jumlah yang lebih besar dan jenis bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil warga terdampak di lapangan.

Langkah awal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk hadir secara berkelanjutan dalam situasi kebencanaan, tidak hanya pada fase darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan. Kami terus melakukan pemetaan kebutuhan bersama Tim Cabang dan partner lapang di lokasi untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

Seiring dengan itu, Badan Wakaf Alquran mengajak masyarakat luas, komunitas, para dermawan serta sahabat wakaf untuk turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan berikutnya. Dukungan dapat diberikan melalui donasi, kontribusi logistik, maupun penitipan bantuan yang akan disalurkan pada tahap lanjutan sesuai kebutuhan warga terdampak banjir Sumatera Barat.
Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kami berharap bantuan yang dihimpun dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan membantu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. Amin.
Update #52: Bersama BWA Bantu Penyintas Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Sukabumi
Kami sampaikan dari lokasi bencana banjir di Desa Sukamulih, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Hari ini, kami menyaksikan langsung bagaimana warga dan para relawan bergotong royong membersihkan sisa-sisa material banjir yang masih menumpuk di jalanan, rumah, dan fasilitas umum.
Banjir bandang yang terjadi pada hari Senin, 27 Oktober 2025 datang secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah ini tanpa henti. Air meluap dengan cepat, membawa lumpur dan material besar yang menghantam rumah-rumah warga. Berdasarkan data sementara, sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak. Beberapa sekolah dan fasilitas ibadah rusak berat, sebagian bahkan tidak bisa lagi digunakan. Banyak anak-anak kehilangan perlengkapan sekolahnya, sementara para orang tua masih berusaha menyelamatkan barang-barang yang tersisa di antara lumpur.


(Tim BWA melakukan Asesment di lokasi Bencana)
Meski kondisi sulit, semangat warga untuk bangkit sungguh luar biasa. Dibantu dengan Relawan dan aparat pemerintah desa mereka, mengangkat perabot yang tersisa, menyapu lumpur, dan menata kembali lingkungan sekitar. Namun, di balik semangat itu, kebutuhan mendesak masih sangat terasa. Warga memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, mulai dari makanan siap saji, bahan pangan mentah, peralatan kebersihan, perlengkapan kesehatan, popok bayi, susu formula, hingga alat sekolah untuk anak-anak.
Melihat kondisi tersebut, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) terpanggil untuk turut hadir membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui program Sedekah kemanusiaan, BWA merencanakan penyaluran bantuan darurat dalam dua bentuk utama:
Penyaluran bantuan akan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah desa dan para relawan di lapangan, agar dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, khususnya rumah tangga dengan bayi, lansia, dan kondisi rumah rusak berat.
Melalui langkah ini, BWA ingin memastikan bahwa kehadiran kita membawa manfaat nyata dan rasa aman bagi para penyintas, semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada seluruh korban banjir di Kabupaten Sukabumi, memudahkan proses pemulihan mereka, dan melipatgandakan pahala bagi setiap tangan yang turut membantu.
Mari bersama-sama kita jaga semangat kemanusiaan ini, karena setiap tetes keringat dan setiap rupiah yang kita salurkan adalah wujud nyata dari kepedulian yang membawa harapan baru bagi mereka yang sedang diuji dengan bencana.
Update #51: BWA Kembali Menyalurkan Bantuan Air Bersih dengan Truk Tangki kepada Penyintas Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Flores Timur, NTT – Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi para penyintas bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini disalurkan menggunakan truk tangki air ke sejumlah titik pengungsian di Desa Konga, Kecamatan Titehena, di mana ribuan warga masih bertahan di hunian sementara (huntara).
Sejak akhir September 2025, tim lapangan BWA yang dipimpin oleh Ustadz Arifudin Anwar, partner lapangan BWA Indonesia Timur, telah mendistribusikan lebih dari 10 tangki air bersih dan menargetkan hingga 50 tangki air untuk menjangkau seluruh lokasi pengungsian yang terdampak.

(Ustadz Arifudin Anwar dengan truk tangki air bersih BWA)
“Alhamdulillah, atas izin Allah dan dukungan para donatur, distribusi air bersih ini bisa kembali berjalan. Kendala utama selama ini adalah biaya operasional dan ketersediaan solar untuk truk tangki. Tapi dengan bantuan dari BWA, kegiatan bisa terus berlanjut,” ujar Ustadz Arifudin Anwar di lokasi Huntara 3, Desa Konga.
Di lokasi ini, terdapat sekitar 400 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 1.000 jiwa yang setiap minggunya menerima 10 tangki air bersih dari BWA. Air bersih diambil dari sumber mata air yang ada di desa Bokang, kemudian diangkut menggunakan truk tangki menuju wilayah pengungsian.
Salah satu penerima manfaat, Om Petu, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut, “Masyarakat pengungsi sangat tertolong dengan air bersih ini. Kami berharap bantuan seperti ini terus berlanjut, karena sumber air di tempat pengungsian sangat buruk. Sekitar dua ribu kepala keluarga dari lima desa masih membutuhkan air setiap hari.”

Meskipun status Gunung Lewotobi telah turun menjadi Level III (Siaga), ribuan penyintas masih bergantung pada bantuan logistik dan air bersih karena kondisi hunian tetap belum tersedia. Melalui dukungan donatur, BWA berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung hingga kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.
Semoga Allah SWT membalas seluruh amal kebaikan para donatur BWA, dan menjadikan setiap tetes air yang tersalurkan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Aamiin.
Penyaluran Bantuan Kemanusiaan, 200 Kg Tepung untuk Gaza, Palestina
Hingga hari ini, derita belum usai bagi saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Blokade ketat masih terus berlangsung, membuat pasokan pangan semakin sulit dijangkau. Kalaupun ada toko yang masih buka, harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan tak terjangkau oleh kebanyakan warga.
Alhamdulillah, atas dukungan para muhsinin, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 200 kg tepung kepada warga terdampak di wilayah Gaza Utara, Palestina. Bantuan ini dibagi menjadi 40 paket, masing-masing berisi 5 kg tepung, dan telah didistribusikan kepada 40 kepala keluarga yang sangat membutuhkan.

(Bantuan tepung yang disiapkan relawan BWA di Gaza Utara, Palestina)
Tepung menjadi kebutuhan pokok yang amat penting bagi mereka, karena dapat diolah menjadi roti dan makanan sederhana lainnya yang menjadi pengganjal lapar di tengah krisis.

(Relawan BWA menyalurkan bantuan tepung kepada saudara kita di Gaza Utara)
Semoga bantuan ini menjadi pelipur lara di tengah kesulitan yang mereka hadapi. Kami mengajak seluruh kaum Muslimin untuk terus mendoakan dan mendukung saudara-saudara kita di Gaza agar tetap kuat, sabar, dan tegar.
"Barangsiapa yang meringankan beban saudaranya di dunia, niscaya Allah akan meringankan bebannya di akhirat."
(HR. Muslim)
Sahabat semua, dapat menyalurkan donasi terbaiknya melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA, agar lebih banyak bantuan dapat disalurkan dan lebih banyak keluarga yang terbantu. Insya Allah, sekecil apapun yang kita berikan, akan menjadi amal jariyah yang tak terputus di sisi Allah
Update #50: Sebulan Pasca Gempa Bengkulu, BWA Hadir untuk Penyintas di Kelurahan Betungan
Jum’at, 23 Mei 2025 — Guncangan gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang Provinsi Bengkulu. Musibah ini meninggalkan jejak duka di empat kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Selebar. Di wilayah ini, Kelurahan Betungan menjadi salah satu titik terparah. Tercatat 216 rumah mengalami kerusakan dan cukup membahayakan untuk di huni. Ratusan keluarga terpaksa tinggal sementara di dalam tenda darurat, menanti rumah mereka dapat diperbaiki kembali.
Sebulan pasca bencana, Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) hadir menyalurkan amanah kebaikan dari para muhsinin. Sebanyak 216 paket bahan pangan kami distribusikan kepada para penyintas yang membutuhkan. Setiap paket berisi 3 kg beras, 1 liter minyak goreng, 5 bungkus mie instan, 1 kg gula putih, 2 kemasan kecil ikan kaleng, teh, dan garam.
Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban para keluarga yang tengah dalam masa pemulihan.

(Tim BWA dibantu relawan menyalurkan bantuan pangan)
Tak hanya memberikan bantuan pangan, keesokan harinya, tim BWA kembali hadir khusus untuk anak-anak Kelurahan Betungan. Kami menggelar kegiatan psikososial dengan membawakan kisah-kisah islami yang penuh hikmah, menyemai semangat dan harapan di tengah kerapuhan. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima bingkisan kecil berupa hadiah sederhana, namun penuh cinta.

(Tim BWA melakukan kegiatan psikososial kepada penyintas anak-anak)
Kami percaya, kepedulian yang ditanam hari ini akan menjadi pohon kebaikan yang tumbuh subur di masa depan. Semoga setiap doa dan dukungan yang diberikan menjadi pemberat amal terbaik di sisi Allah SWT.
Kondisi Gaza, Palestina, Kian Terpuruk di Tengah Bulan Dzulhijjah
Kondisi di Kota Gaza, Palestina, semakin memprihatinkan. Pintu-pintu perbatasan masih tertutup rapat, membuat bantuan kemanusiaan dan pasokan pangan sulit untuk masuk. Penderitaan saudara-saudara kita di sana terasa semakin menyayat hati, terlebih saat ini telah memasuki bulan Dzulhijjah, bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha.
Di saat kita mungkin masih bisa merayakan hari-hari ini dengan suka cita, lain halnya dengan saudara kita di Gaza yang terus berjuang untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan. Kesedihan semakin terasa ketika kami mendengar kabar dari orang tua Syech Almoatasembellah J. R. Shnewra, seorang da’i asal Gaza yang kini menetap di Indonesia.

Beliau menyampaikan bahwa jangankan membeli hewan qurban yang kini sangat sulit disuplai akibat blokade, untuk membeli tepung saja mereka kesulitan karena harganya yang melambung tinggi.
"Bagaimana bisa makan roti kalau harga tepung setinggi ini? Kami terpaksa merendam makaroni hingga lembek, lalu mengolahnya seperti adonan roti," ujar orang tua Syech melalui sambungan telepon.

Saat ini, harga satu kilogram tepung di Gaza mencapai 60 hingga 70 shekel (mata uang Israel), atau sekitar Rp300.000. Kondisi ini menunjukkan betapa parah krisis kemanusiaan yang mereka hadapi.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Gaza, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) berinisiatif untuk menyalurkan bantuan berupa tepung sebagai bahan pokok utama kebutuhan pangan. Program ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di masa menjelang Hari Raya Idul Adha. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta mendukung program kemanusiaan ini, agar senyum dan harapan bisa kembali hadir di wajah saudara-saudara kita di Gaza.
Update #49: Bencana Tanah Bergerak Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
Peduli Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Brebes, BWA Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Kegiatan Psikososial.
Pada 17 April 2025, tanah yang selama ini mereka pijak dengan tenang tiba-tiba bergeser, mengoyak bumi yang dulu terasa aman. Perlahan tapi pasti, satu demi satu rumah warga mulai retak, miring, lalu ambruk. Jalan-jalan desa ikut terputus. Petak-petak sawah turut porak-poranda, tertimbun dan tergeser.
“Tanah mulai retak, saya kira tidak sampai begini, tidak taunya beberapa hari kemudian semakin parah, dan rumah ikut ambruk,” ungkap Satim selaku penyintas yang rumahnya terdampak tanah bergerak.

(dampak dari tanah bergerak di desa Mendala)
Warga Desa Mendala terpaksa meninggalkan rumah-rumah yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Mereka mengungsi ke tenda-tenda darurat yang didirikan di lokasi yang lebih aman. Hidup di pengungsian adalah babak baru yang tidak mudah, tidur beralaskan tanah, panas yang menyengat di siang hari, dan dingin yang menggigit saat malam tiba. Tapi mereka tetap bertahan, dengan harapan yang diam-diam terus dijaga.
Satu bulan berlalu. Tepat pada Sabtu, 17 Mei 2025, suasana pengungsian sedikit berbeda. Hari itu, sekelompok orang datang membawa senyum, membawa harapan. Mereka adalah tim dari Badan Wakaf Al Qur’an (BWA), datang dengan amanah dari para dermawan yang peduli terhadap musibah yang terjadi.
Dengan penuh semangat, tim membawa 50 kasur lantai dan 50 bantal, bukan hanya sebagai benda, tapi sebagai bentuk perhatian. Kasur dan bantal itu akan diberikan kepada para penyintas yang akan segera direlokasi ke Hunian Sementara (Huntara) yang sedang dibangun oleh pemerintah. Tapi bantuan itu bukan satu-satunya tujuan tim datang.
“Terima kasih kepada BWA yang telah mendonasikan kasur lantai dan bantal, sangat bermanfaat sekali dan dalam moment yang pas karena tidak lama lagi pengungsi akan digeser ke huntara,” tutur Budi Sujatmiko, koordinator lapangan BPBD Kabupaten Brebes.

(Bantuan kasur lantai dan bantal dari donatur BWA)
Yang paling berkesan adalah saat tim BWA berkumpul dengan anak-anak pengungsi. Di tengah tenda darurat yang pengap dan padat, tawa anak-anak kembali terdengar. Mereka diajak bermain dan mendengar cerita dalam kegiatan psikososial. Mungkin belum semua luka hilang, tapi setidaknya, hari itu, ada jeda dari duka. Ada ruang untuk bahagia, meski sejenak.
“Psikososial ini sangat baik bagi anak-anak dan bermanfaat sekali untuk membantu perkembangan mental mereka, mengingat saat ini mereka yang terbiasa hidup di kampungnya sendiri, sekarang harus bergeser ke lokasi pengungsian,” sambung Budi Sujatmiko.

(kegiatan Psikososial kepada penyintas anak-anak)
Sebelum pulang, tim membagikan bingkisan kecil berisi makanan ringan kepada anak-anak. Mata mereka berbinar, bukan hanya karena isi bingkisan, tapi karena rasa dicintai, rasa tidak dilupakan.
Bencana ini belum selesai. Tapi satu hal yang pasti semangat warga Desa Mendala tidak ikut runtuh bersama tanah yang bergerak. Mereka tetap berdiri. Dan hari itu, mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri.
Yuk, jadi bagian dari kebaikan ini. Ulurkan tangan, ringankan beban mereka, dan hadirkan senyum di wajah para penyintas bencana. Melalui wakaf dan sedekah terbaikmu bersama Badan Wakaf Al Qur’an, kita bangun harapan dan bantu saudara kita bangkit kembali.
Update #48: Dari Donasi menjadi Rumah, Serah Terima HUNTARA di Kabupaten Sukabumi
Pasca bencana banjir dan tanah bergerak yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada awal Desember tahun lalu, duka dan luka mendalam masih dirasakan para penyintas. Di Kampung Tonjong, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, dampak tanah bergerak menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, menjadikannya tidak aman untuk dihuni.
Alhamdulillah, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) melalui program Sedekah Kemanusiaan memberikan bantuan berupa tujuh unit Hunian Sementara (HUNTARA) kepada warga terdampak. Pembangunan HUNTARA dimulai pada awal Maret 2025 oleh tim BWA, yang dibantu oleh relawan dari Jampang Peduli (JAMPE).

(Serah terima HUNTARA kepada penerima manfaat)
Pembangunan tidak berlangsung mudah. Tantangan berat dihadapi karena lokasi kampung yang berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut, serta akses jalan yang rusak akibat bencana.


(Serah terima HUNTARA kepada salah satu penerima manfaat)
“Inilah amanah dari donatur yang bisa kami sampaikan, Semoga bermanfaat meskipun sederhana, walaupun namanya huntara mudah-mudahan bisa bermanfaat, Bisa dimanfaatkan sampai Bapak-bapak Ibu sekalian bisa Allah SWT berikan rezeki untuk bisa membangun yang lebih baik,” ujar Agus Niamilah selaku perwakilan dari BWA.
HUNTARA dibangun di atas tanah milik para penyintas, dengan desain rumah panggung. Struktur bangunan menggunakan kerangka kayu, dinding dari Glass-Reinforced Cement (GRC), dan atap asbes. Masing-masing unit memiliki luas 5 x 6 meter.
“Pertama-tama saya ucapkan banyak-banyak terimaksih kepada Badan Wakaf Al Qur’an dan Jampang Peduli, atas bantuan HUNTARA kepada masyarakat Desa Kalibunder khususnya di kampung Tonjong atas terjadinya bencana alam pergerakan tanah yang menyebabkan warga masyarakat khususnya warga di kampung Tonjong harus meninggalkan rumah karena adanya bencana ini,” tutur Danis selaku Sekertaris Desa Kalibunder.
Pada hari Ahad, 27 April 2025, dilaksanakan acara serah terima tujuh unit HUNTARA yang dihadiri oleh tim BWA, relawan JAMPE, perangkat desa, serta para penyintas. Dalam suasana penuh syukur dan haru, para penerima bantuan menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan.
Semoga setiap tetes keringat para relawan, setiap rupiah dari para donatur, dan setiap doa yang terucap menjadi amal jariyah yang tak terputus. Semoga Hunian Sementara ini membawa ketenangan, rasa aman, dan semangat baru bagi para penyintas. Kita percaya, sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an, ‘Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan’ (QS. Al-Insyirah: 6).
Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat, dan menjadikan langkah kecil ini sebagai wasilah menuju keberkahan dunia dan akhirat.
Update #47: Berbuka Puasa Lebih Bermakna, Melalui BWA kita Salurkan 1.000 Paket Iftar Berkah Ramadhan untuk Gaza
Di penghujung senja, saat azan maghrib berkumandang, segelas air dan sebutir kurma menjadi pelepas dahaga yang dinanti. Bagi kita, berbuka adalah kebiasaan, tetapi bagi saudara kita di Gaza, itu adalah anugerah yang tak selalu pasti.
Di tanah yang berdebu dan di bawah langit yang dihujani ujian, mereka menanti secercah harapan, hidangan yang menguatkan, doa yang menenangkan, dan uluran tangan yang menghadirkan senyuman.

Kita mungkin jauh, tapi kebaikan selalu menemukan jalannya. Dengan satu paket iftar yang berisikan nasi rempah, sepotong ayam, kurma, dan air mineral, kita bisa menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi mereka. Bukan sekadar makanan, tapi bukti bahwa mereka tidak sendiri.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR. Tirmidzi)
Insyaallah, Ramadhan tahun ini, bersama Badan Wakaf Al-Qur’an, kita bukan sekadar mengirimkan makanan, tetapi juga mengirimkan ketulusan, harapan, dan keyakinan bahwa kebaikan selalu menemukan jalan.
Mari wujudkan 1.000 Paket Iftar Berkah Ramadhan untuk Gaza. Satu donasi dari kita, satu cahaya bagi mereka. Karena di setiap tangan yang memberi, ada hati yang bersinar.
Update #46: Relawan Kemanusiaan BWA kembali Menyalurkan 500 Porsi Hidangan Hangat Siap Santap kepada Saudara kita di Gaza, Palestina
Di sudut sebuah lorong yang sunyi di pusat kota Gaza Utara, nampak terdengar suara dari dentang panci, suara kayu terbakar, dan gemericik nasi yang mendidih dalam kuali besar. Tempat yang sebelumnya penuh dengan reruntuhan kini menjadi dapur umum, sebuah oase kecil yang menghadirkan harapan. Di sana, para relawan kemanusiaan dari Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bekerja tanpa lelah, memasak hidangan hangat untuk saudara-saudara mereka yang bertahan di tanah Palestina.
Kayu-kayu dari sisa reruntuhan bangunan, saksi bisu dari pertempuran panjang, kini menjadi bahan bakar. Api dari kayu-kayu itu bukan hanya menghangatkan kuali besar, tetapi juga hati para relawan yang penuh dengan niat tulus. Aroma nasi rempah yang harum, dipadukan dengan potongan daging dan acar, mulai memenuhi udara, membawa sekelebat rasa nyaman di tengah kehidupan yang begitu sulit. Dalam beberapa jam, 500 porsi makanan hangat selesai dikemas, siap untuk disalurkan.

(Relawan Kemanusiaan BWA memasak makanan untuk saudara kita di Gaza)
Ketika makanan sampai di tangan mereka yang bermukim di kamp Asy-Syujaiyyah dan pusat kota Gaza, suasana berubah menjadi haru. Tangan-tangan kecil anak-anak menggenggam erat porsi makanan mereka, sementara para ibu mengucap syukur dengan mata yang berbinar. Setiap suapan bukan hanya mengisi perut yang lapar, tetapi juga memberikan kekuatan untuk bertahan, sebuah pengingat bahwa mereka tidak sendirian.

Dari bibir mereka yang menerima makanan ini, ucapan terima kasih meluncur tulus untuk saudara-saudara jauh di Indonesia. “Jazakumullah khair,” ucap mereka berulang-ulang, mengirimkan doa terbaik bagi orang-orang baik yang telah peduli. Di tengah gelapnya situasi, bantuan ini adalah cahaya kecil yang memancarkan harapan, harapan akan hari esok yang lebih baik.


(Relawan Kemanusiaan BWAmenyalurkan bantuan makanan untuk saudara kita di Gaza)
Saudara-saudara seiman, di tengah ujian yang begitu berat, bantuan kita dapat menjadi bukti nyata ukhuwah Islamiyah yang mendalam. Setiap rupiah yang Anda titipkan melalui Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) akan berubah menjadi makanan yang menguatkan, senyuman yang menghangatkan, dan harapan yang menghidupkan. Mari bersama-sama terus mendukung saudara-saudara kita di Gaza yang tengah berjuang mempertahankan hak mereka.
Jadilah bagian dari kebaikan ini, karena Rasulullah SAW mengajarkan, bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan melipatgandakannya dengan keberkahan. Jangan tunda kebaikan—berikan donasi terbaik Anda sekarang melalui BWA dan jadikan setiap bantuan Anda sebagai amal jariyah yang akan menemani kita hingga akhirat.
Update #44: Lewotobi Masih Erupsi: BWA Hadir Mengalirkan Harapan di Tengah Krisis Air Bersih
Gunung Lewotobi, salah satu raksasa berapi di Indonesia, terus menunjukkan amarahnya. Ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka untuk berlindung di tiga kamp pengungsian. Di balik perjuangan bertahan hidup ini, ada satu kebutuhan yang mendesak dan tak bisa ditunda: air bersih.
Saat ini, ada lebih dari 3.000 pengungsi di tiga lokasi kamp yang bergantung pada pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, mandi, hingga mencuci. Setiap harinya, mereka memerlukan sekitar 6 tangki air bersih—atau setara dengan 30.000 liter air.
“Sebelumnya, mobil tangki Dinas PUPR membantu mendistribusikan air bersih. Tapi sekarang operasional mereka semakin sulit karena keterbatasan biaya,” ujar salah Partner Lapang BWA, Ust. Arifudin Anwar.

Alhamdulillah BWA (Badan Wakaf Al-Qur'an) telah untuk menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak ini. Melalui donasi yang telah terkumpul dari sahabat wakaf dan donatur sekalian, BWA berhasil mendistribusikan hingga 40 tangki air bersih. Ini berarti, kebutuhan air bersih 1/3 dari seluruh pengungsi selama dua bulan ke depan dapat terpenuhi.

“Alhamdulillah, bantuan ini benar-benar menjadi penolong di saat genting seperti ini,” ujar salah seorang relawan di lapangan.
“Meski demikian, kebutuhan air bersih masih sangat besar, mengingat para pengungsi diperkirakan akan tetap tinggal di kamp hingga 6 bulan ke depan, selama erupsi Gunung Lewotobi belum mereda.” Ujar Ust. Arifudin Anwar.
Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar bagi manusia. Ketika akses terhadap air menjadi terbatas, ancaman terhadap kesehatan, kebersihan, dan kelangsungan hidup para penyintas erupsi Gunung Lewitobi semakin nyata. Atas dasar itu BWA berusaha untuk memastikan saudara-saudara kita yang menjadi korban erupsi tetap mendapatkan pasokan air bersih yang layak.

Mari bersama BWA bantu kesulitan para penyintas dengan penyediaan air bersih, bahan pangan dan kebutuhan hidup lainnya untuk mereka dapat bertahan di pengungsian hingga bisa kembali ke rumah tinggal mereka masing-masing nantinya. Setiap donasi yang sahabat salurkan, adalah harapan hidup bagi saudara-saudara kita disana, seberapapun nilainya. Mari bersama-sama dalam kebaikan.
Update #43: Dibantu Relawan Lokal Bantuan 100 paket Bahan Pangan dan 5.000 liter Air Bersih telah diterima Saudara kita di Gaza, Palestina
Dengan penuh rasa syukur, BWA (Badan Wakaf Al Qur'an) pada awal November 2024 telah mendistribusikan 100 paket sembako dan 5.000 liter air bersih untuk masyarakat di Palestina, khususnya di wilayah Al Shuja’yyah, Al Rimal, dan para pengungsi dari Jabalya. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dari Indonesia untuk saudara-saudara kita yang terdampak penjajahan.
Seperti yang kita ketahui bersama kondisi di sana sangatlah memprihatinkan, banyak rumah hancur, prasarana rusak, dan akses terhadap kebutuhan pokok sangat terbatas. Para pengungsi di Jabalya bahkan harus bertahan di tenda-tenda darurat. setiap bantuan yang datang adalah harapan baru untuk bertahan hidup, terlebih bahan pangan di wilayah Gaza mengalami penaikan harga yang sangat tinggi.

(Dibantu Relawan lokal tim menyiapkan 100 paket sembako)
Setiap paket sembako yang kami kirimkan, berisi kebutuhan pokok seperti 1 kg beras, 1 kg kacang, 1 kg makaroni, 400 gram kaleng tomat, Bubuk dukka, 1 kotak teh, 2 kaleng kacang hijau, 1 kg kacang merah, 1 kg kacang untuk sup, serta 5.000 liter air bersih, menjadi harapan baru untuk kehidupan mereka sehari-hari.

(Relawan menyalurkan bantuan pangan kepada pengungsi di Gaza)

(Relawan menyalurkan 5.000 liter air bersih di Gaza)
Kami mengajak para sahabat dan kaum Muslimin untuk ikut serta dalam kebaikan ini, dengan berdonasi melalui BWA (Badan Wakaf Al Qur'an) untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Setiap sumbangan, sekecil apapun, adalah amal jariyah yang insya Allah akan mengalirkan pahala dan keberkahan bagi kita semua. Bantuan yang Anda berikan, berupa sembako, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya, akan sangat berarti bagi mereka yang tengah diuji di sana.

Mari kita raih keberkahan dengan berbagi, karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Perumpamaan (sedekah) yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai terdapat seratus biji” (QS. Al-Baqarah: 261). Setiap uluran tangan Anda adalah doa dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Semoga Allah membalas setiap amal baik kita dengan pahala yang berlimpah, kesehatan, dan keberkahan hidup.
Update #42: BWA Suplai 20 Truk Tangki untuk Mengatasi Krisis Air di Kabupaten Sukoharjo
Sejak Juni 2024, kemarau panjang mendera Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Panasnya musim ini telah membuat sumur-sumur galian dan bor di beberapa desa, seperti yang ada di Kecamatan Weru dan Tawangsari, mengering. Meski hujan mulai turun pada awal November, wilayah ini belum merasakan dampak signifikan. Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur-sumur belum terisi, dan suplai dari PDAM pun belum mencapai sebagian desa.
Mendengar kesulitan ini, tim BWA bersama relawan lokal segera turun tangan, menyiapkan bantuan air bersih. Sebanyak 20 truk tangki berkapasitas 8.000 liter disiapkan untuk distribusi air, yang disalurkan secara bergilir mengingat keterbatasan armada. Begitu truk tangki tiba di desa-desa, warga menyambut dengan penuh antusias. Mereka bergantian mengisi galon-galon bekas dengan air bersih yang telah lama mereka rindukan.

(Warga di Kecamatan Weru yang menerima bantuan air bersih BWA)
Pak Tugino, Ketua RT 04, Dukuh Tunggul, Desa Weru, menyampaikan, “Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan air bersih dari BWA untuk warga kami yang terkena dampak kekeringan, dari bulan Juli sampai November tahun ini. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi yang menerima, dan barokah bagi yang memberinya.”
Selain memberikan air langsung ke warga, tim BWA juga mengisi bak-bak penampungan di desa, mushola, dan pondok pesantren agar semakin banyak yang merasakan manfaat bantuan ini.

(Penyaluran Air Bersih di di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah)
Badrudin, staf pengajar di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah, menyampaikan, “Kami setiap musim kemarau mengalami kesulitan air bersih. Bantuan ini sangat membantu kami.”
Namun, upaya ini hanyalah langkah awal. Untuk memastikan warga terus mendapatkan akses air bersih hingga musim hujan tiba, kami mengajak Anda untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan ini sebagai wujud nyata kepedulian dan amal jariyah. Berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan adalah amalan yang mulia dan berpahala besar, terlebih ketika yang kita berikan adalah kebutuhan hidup yang paling mendasar, yaitu air bersih.
Setiap tetes air yang Anda sumbangkan insyaAllah akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Mari bersama-sama kita ringankan beban saudara-saudara kita, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah bagi setiap hamba-Nya yang peduli dan berbagi.
Update #41: Gunung Lewotobi Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi

Update terkini erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, NTT.
Setelah mengalami erupsi pada Minggu dini hari, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Selasa (5/11) pukul 16.26 WITA dengan tinggi kolom abu 1.000 meter di atas puncak gunung.
Erupsi ini membuat status gunung naik menjadi level IV atau Awas. Melalui pengumuman PVMBG, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 7 km dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta waspada akan adanya potensi banjir lahar dan hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung.
Situasi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus dipantau dan masyarakat diminta tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah daerah.
Sahabat, mari doakan saudara kita di sana agar kuat melewati bencana ini. Semoga Allah jaga mereka dan Allah mudahkan proses evakuasi para warga.
Update #40: Warga Terdampak Gempa Bandung Membutuhkan Bantuan Segera
Kabupaten Bandung dan daerah sekitarnya diguncang gempa dahsyat yang membuat ribuan rumah dan bangunan terdampak. Gempa berkekuatan M 5.0 itu terjadi pada Rabu 18 September 2024, pukul 09.41 dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa Bandung tersebut berdampak begitu besar. Menurut catatan BPBD Jabar, 82 warga mengalami luka ringan dan sedang. Sementara 700 rumah dinyatakan rusak dan membuat 450 orang harus mengungsi hingga Rabu (18/9/2024) pukul 14.00 WIB.

BWA Peduli Bencana
Saat ini (22/9/2024) tim BWA tengah melakukan asesmen di lokasi Desa Cihawuk, Kec. Kertasari, Kab. Bandung. Di sini Pos Utama Relawan ISN berdiri, Lokasi di sini cukup jauh jaraknya dari pusat gempa terparah yang berlokasi di Desa Cibeureum. Bisa dibilang di lokasi ini minim mendapat cukup bantuan karena kebanyakan bantuan masuk dan disalurkan di Desa Cibeureum.

(Tim BWA tengah melakukan asesmen kebutuhan warga)
Dampak gempa di Desa Cihawuk banyak rumah yang terdampak, fasilitas umum (MCK), dan sarana ibadah (Mushola). Sebagian warga mengungsi di tenda dan tidak sedikit juga yang masih bertahan di rumah yang tidak rusak parah.
Sebelum terjadi bencana warga cukup kesulitan untuk mendapatkan air bersih, karena sistem pendistribusian yang kurang merata, paska bencana masyarakat di sini mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih, terlebih di musim kemarau seperti saat ini.

(Warga tengah bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak karena gempa)
Besar kemungkinan kegiatan BWA akan terfokus di Desa Cihawuk, kegiatan seperti mental recovery, pembangunan MCK dan sarana Ibadah bisa dilakukan. Kebutuhan Al Qur’an, Iqro, Sajadah, & mukena masih dibutuhkan masyarakat di sini.
Mari melalui BWA, kita berikan bantuan terbaik untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa Bandung. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan bagi mereka dalam melewati masa yang sulit ini, aamiin.
Update #39: Hidangan Penuh Cinta, untuk Saudara kita di Gaza
Alhamdulillah, pada Idul Adha yang penuh berkah ini, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) melalui Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina kembali menjalankan program Sedekah Daging yang akan didistribusikan kepada saudara-saudara kita yang teruji ketabahan dan kesabarannya di Gaza, Palestina.
Dengan segala upaya dan pengorbanan, tim kami berhasil menyiapkan 3 ekor sapi dan 130 paket Sedekah Daging. Penyembelihan yang sakral ini harus kami lakukan di wilayah Ebu Simbel, Mesir, karena keadaan di Gaza yang tidak memungkinkan untuk pemotongan hewan. Namun, semangat dan niat kami tidak pernah surut.

(Bantuan untuk saudara kita di Palestina)
Penyaluran daging dilakukan dalam bentuk daging beku (frozen) dan olahan, yang insya Allah akan sampai dengan selamat di tangan mereka yang sangat membutuhkan.

(Lokasi pemotongan hewan di wilayah Ebu Simbel, Mesir)
Dengan hati yang tulus, kami berharap sedikit bantuan ini bisa menjadi harapan baru bagi mereka, menghadirkan senyum di tengah kepedihan yang mereka rasakan setiap hari. Bantuan ini adalah wujud nyata dari cinta dan solidaritas kita, dan BWA tidak akan pernah berhenti untuk menyalurkan bantuan demi kebaikan mereka. Anda semua juga bisa menjadi bagian dari perjuangan mulia ini.
Mari kita bersama-sama memberi bantuan pangan yang sangat dibutuhkan, menjadi cahaya di tengah kegelapan, dan harapan di tengah keputusasaan. Insy Allah, proyek sedekah daging ini menjadi langkah kita untuk mendukung, menguatkan, dan merangkul mereka yang berada di garis depan perjuangan. Bersama, kita bisa membuat perbedaan.
Update #38: Peduli Paska Bencana, BWA Bantu Penyintas Bencana Gempa Bumi Garut
Gempa berkekuatan 6.5 Magnitudo pernah mengguncang kabupaten Garut, Jawa Barat pada jum’at malam 27 April 2024. informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lokasi yang terdampak gempa tersebar di 20 Kecamatan, 27 desa di 4 Kelurahan. Gempa bumi yang terjadi menimbulkan dampak yang cukup besar, tidak sedikit rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Salah seorang ketua RT yang kami temui di kampung Marga Dana, Desa Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut menyampaikan pada malam terjadi gempa, ia sedang ada di dalam rumah lalu bergegas keluar rumah menyelamatkan keluarga. Ketika di luar rumah ia mendengar ada suara bangunan yang roboh, khawatir jika nanti ada korban yang tertimpa bangunan, ketua RT langsung menghampiri sumber suara dan beruntung tidak ada korban jiwa yang tertimpa reruntuhan, karena sudah sempat menyelamatkan diri sebelum dinding rumah roboh.

(Bantuan sangat dibutuhkan bagi para penyintas)
Sebulan paska terjadi bencana tidak sedikit juga para penyintas yang masih membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di samping kebutuhan material untuk merenovasi rumah mereka yang sebelumnya terdampak bencana gempa bumi.

(Penyaluran bantuan kepada penyintas bencana gempa bumi di Garut)
Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) di kesempatan yang sama menyalurkan bantuan 200 paket bahan pangan mentah dan juga 3.000 Al-Qur’an wakaf untuk diberikan kepada penyintas yang terdampak bencana. Tim menyalurkan bantuan bahan pangan di tiga lokasi di dua Kecamatan meliputi:
Alhamdulillah, bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tak lupa para penyintas dengan tulus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Wakaf Al Qur’an serta semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada mereka. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka dalam menjalani masa pemulihan setelah bencana.
Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan keikhlasan semua pihak yang telah membantu. Terima kasih atas segala dukungan dan doa yang diberikan.
Update #37: Majelis Taklim Cinta Bagja yang Dahulu Runtuh karena Gempa, Kini Selesai dibangun kembali oleh BWA
Sahabat masih ingatkan kalian dengan bencana gempa bumi yang mendera kabupaten Cianjur, Jawa Barat sekitar dua tahun lalu? Tentu kejadian itu masih cukup membekas pada masyarakat yang tinggal di sana, terutama bagi mereka yang menjadi penyintas bencana. Banyak korban yang hilang nyawa dan bangunan yang rusak berat dampak dari bencana yang menimpa, tak sedikit juga fasilitas umum yang ikut hancur. Fasilitas umum berupa rumah ibadah, puskesmas, dan tempat belajar mengalami kerusakan berat dan tak lagi bisa difungsikan lagi.
Meski kejadian yang memilukan itu sudah lama terlewati, tidak menutup aktivitas kami untuk terus mencoba berbagi kepada masyarakat yang terdampak bencana. Melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA, fase recovery kami pusatkan di kampung Cibeleng Hilir, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Tahun sebelumnya kami telah membantu masyarakat di sini dengan memberi bantuan berupa membangun toilet umum dan merenovasi Masjid.
Alhamdulillah, tahun ini tepatnya beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan kami selesai merenovasi salah satu majelis taklim yang dahulu roboh karena gempa. Majleis Taklim Cinta Bagja yang ada di kampung Cibeleng Hilir kembali dapat digunakan kembali untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua untuk mengkaji ilmu agama.

(Penyerahan Simbolis Majelis Taklim Cinta Bagja oleh Bapak Heru Binawan Selaku Direktur Program Fundraising BWA)
Pada kesempatan yang sama BWA melakukan peresmian majelis taklim Cinta Bagja yang selesai di bagun. Antusias masyarakat dan para tokoh setempat cukup tinggi terhadap kegiatan yang kami lakukan, turut juga hadir perwakilan dari Kecamatan Gekbrong yang diwakili Sekertaris Camat (Sekmat) yang melihat langsung kondisi majelis taklim.
Pak Sekmat menyampaikan banyak rasa terima kasih kepada tim dari Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) yang sudah membantu warga secara bertahap bangkit kembali setelah adanya bencana gempa bumi pada tahun 2021 yang lalu.
“Terimakasih kepada BWA yang sudah membantu membangun majelis Taklim ini, mudah-mudahan apa yang sudah dilaksanakan bisa bermanfaat untuk warga kami dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, serta menjadi amal ibadah dari Allah SWT,” ungkap Syahdan, selaku Sekmat Gekbrong.
“Tentu bantuan yang sudah diberikan ini perlu kita jaga dan dipelihara agar terus bisa kita manfaatkan dalam jangka waktu yang lama, apalagi ini untuk kegiatan Ibadah baik itu untuk generasi sekarang dan juga generasi yang akan datang,” sambung pak Sekmat.

(Sambutan dan ucapan terimakasih dari pak Sekmat Gekbrong, Kab. Cianjur, Jawa Barat)
Tak lupa Aang Saeful Bayan selaku pimpinan majelis taklim Cinta Bagja menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada BWA yang sudah membangun kembali majelis taklim miliknya, sehingga bulan suci Ramadhan nanti kegiatan keagaamaan dapat kembali berjalan di majelis ini

(Sambutan dari Aang Saeful Bayan Selaku Pimpinan Majelis Taklim Cinta Bagja)
“Jazakallah Khoiran Katsiran kepada jajaran BWA yang telah membatu kami kembali membangun majelis taklim yang di mana bisa kita lihat dan rasakan bersama saat ini, semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut pada sarana-sarana lain khususnya pada pembangunan wakaf sarana Ibadah baik di kampung ini maupun di wilayah yang lain,” ujar Aang Saeful Bayan, pimpinan majelis Taklim Cinta Bagja.
Dalam momen yang penuh berkah menjelang bulan suci Ramadan, kami berharap kehadiran kembali majelis taklim ini akan memberikan semangat baru bagi masyarakat di kampung ini untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan ibadah mereka. Semoga dengan adanya majelis taklim yang telah direnovasi ini, masyarakat di Kampung Cibeleng Hilir dapat menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan dan kebersamaan.